Menurut kisah masyarakat setempat, terdapat cerita yang melegenda dan erat dengan danau ini. Dahulu seorang ibu warga Kampung Benayah, Dusun Perbadaran, Kecamatan Pusako melahirkan anak kembar.
Namun, satu di antaranya berwujud manusia separoh ular naga. Anak yang berwujud separoh ular naga itu, kemudian dianggap aib oleh sang ibu. Karena takut diketahui masyarakat sekitar, maka diusirlah anak manusia separoh ular naga itu diusir orang tuanya.
Anak berwujud separoh ular itu, kemudian pergi ke hutan dan menemukan sebuah Danau. Akhirnya danau tersebut dijadikan tempat tinggalnya. Sedangkan, saudara kembarnya yang terlahir normal hidup bersama keluarganya di Kampung Perbadaran.
Bahkan, disebutkan saudara kembarnya itu masih hidup hingga sekarang dan kabarnya hidup di Pekanbaru. Menurut cerita masyarakat dahulu, setiap setahun sekali muncul makhluk menyerupai naga sehingga dinamai Danau Naga Sakti.
Terlepas dari cerita asal muasal pemberian nama danau itu, Danau Naga Sakti justru menjadi potensi wisata bagi Negeri Istana Matahari Timur itu. Namun, pengelolaan kawasan ini masih swadaya.
Masih banyak sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menarik minat wisatawan. Kepedulian terhadap potensi wisata ini tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga perusahaan yang beroperasi di sekitar danau.
Gelaran haji tahun 2025 tidak akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, khususnya mengenai aturan berkaitan dengan…
Menjelang pertandingan bersejarah Timnas Indonesia melawan skuad Arab Saudi, sebanyak 15 pemain Timnas Indonesia mengerjakan…
Bingung mau ke mana setelah mengerjakan ibadah umrah di Tanah Suci? Biasanya, jamaah umrah memang…
Sebanyak 300 jamaah umrah yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan terlantar di Makkah selama 5…
Pusat Meteorologi Nasional (NCM) mengeluarkan peringatan cuaca buruk yang diprediksi akan melanda Kota Makkah yang…
Bandara Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur didorong segara menjadi bandara yang melayani umrah secara…
Lihat Komentar