Sekretaris Tim P3JH, Pradipta Syuarsyaf mengatakan, banyak temuan jamaah mengeluhkan penyakitnya ketika berada di Masjidil Haram. Karena itu, P3JH melakukan pemeriksaan awal dan penanganan awal.
Hal itu berdasarkan laporan timnya setelah hampir sepekan bertugas di sana. Jamaah langsung mendapatkan pertolongan pertama.
“Misalnya, ada jamaah yang dadanya sakit, mengeluh sesak nafas. Maka P3JH melakukan pemeriksaan awal seperti diistirahatkan dan diberikan support makanan dan minuman,” kata Pradipta.
Karena itu, Pradipta mengimbau agar Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di sektor memantau kondisi kesehatan jamaahnya. Dan, Pradipta mengimbau agar jamaah haji Indonesia tahu batasan fisiknya dan penyakit yang dideritanya masing-masing.
Mereka harus mengukur kemampuan bergerak. Juga mengetahui seberapa luas Masjidil Haram. “Jangan memaksakan diri melakukan ibadah sunnah sebelum ibadah wajib saat wukuf nanti,” kata Pradipta.
Hegrah Al Ula, atau Madain Salih merupakan situs arkeologi di tengah padang pasir di wilayah…
Keberadaan pengemis di Arab Saudi semakin memprihatinkan. Menurut laporan, sebanyak 90 persen pengemis yang ada…
Tanah Suci Makkah adalah tempat paling mulia untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT karena di…
Penyelenggaraan ibadah haji 2024 terbilang cukup sukses, bahkan sangat memuaskan menurut catatan Badan Pusat Statistik…
Setidaknya ada 7 julukan bagi Kota Makkah. Kota yang paling suci bagi umat Islam ini…
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dituding mangkir dari panggilan Pansus Angket Haji DPR dengan…