Magelang merupakan kota kecil yang ada di Provinsi Jawa Tengah, jumlah penduduk menurut data BPS Kabupaten Magelang yaitu sekitar 1.263.830 jiwa dari 21 kecamatan. Kabupaten Magelang merupakan dataran tinggi yang berada kurang lebih 380 meter diatas permukaan laut, dengan kemiringan berkisar antara 5° – 45°. Daerah dengan kemiringan terjal pada bagian barat (sepanjang kali Progo) dan sebelah timur (sepanjang sungai Elo). Kabupaten Magelang terletak pada posisi yang strategis, karena berada ditengah Provinsi Jawa Tengah sekaligus sebagai lintas jalur transportasi dan ekonomi Kota Semarang – Kota Yogyakarta, selain itu Kabupaten Magelang merupakan persimpangan jalur wisata yaitu Borobudur, Ketep Pass, kawasan Dieng dan Yogyakarta. Jika dilihat dari letak geografisnya Kabupaten Magelang dikelilingi gunung dan bukit yaitu gunung Sindoro, gunung Sumbing, gunung Perahu, gunung Telomoyo, gunung Merbabu, gunung Merapi, gunung Andong dan gunung Menoreh. Bukitnya yaitu bukit Tidar. Hal tersebut yang membuat Kabupaten Mgelang mempunyai banyak destinasi wisata yang beraneka ragam, mulai dari peninggalan sejarah jaman dahulu sampai tempat wisata yang hits dijaman sekarang ini. Kemajuan teknologi yang semakin modern membuat para pemuda generasi bangsa berlomba lomba untuk membuat tempat wisata yang bisa menghasilkan spot foto yang bagus bagi kaum muda, sehingga mendapatkan keuntungan yang maksimal.Tempat wisata yang ideal adalah tempat yang bukan hanya menarik dan menghibur tetapi yang bisa menambah ilmu pengetahun. Kabupaten Magelang bukan hanya terkenal akan tempat-tempat wisata yang bersejarah maupun yang sedang hits dimasa kini akan tetapi tentang budaya yang masih dilestarikan, salah satu contohnya yaitu “Festival Durian Candimulyo”.
Sebelum membahas tentang festival durian Candimulyo, buah durian merupakan tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, nama buah sendiri diambil dari jenis kulitnya yang keras, dan berlekuk-lekuk sehingga menyerupai duri yang bentuknya besar. Durian juga memiliki nama “Raja dari segala buah” atau King of Fruit yang bisa dikatakan memiliki banyak penggemar, namun ada juga yang tidak menyukai buah durian karena bau buahnya yang menyengat tetapi ada juga yang hanya menyukai baunya saja bukan buahnya. Buah durian memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Buah durian juga memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh tetapi tidak berlebihan dalam mengkonsumsinya, berikut ini contoh kandungan pada buah durian :
Kandungan yang banyak tersebut membuat buah durian memiliki beberapa manfaat, diantaranya :
Karena buah durian bisa tumbuh di wilayah Candimulyo dan melimpah pada musimnya maka warga sekitar memanfaatkan hal tersebut untuk mengadakan festival dan kirab. Acara festival durian Candimulyo dilaksanakan setiap musim durian panen, antara awal atau pertengahan bulan Maret di Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang. Kecamatan Candimulyo yang berada di kaki Gunung Merbabu itu merupakan salah satu sentra buah durian dan buah-buahan eksotis di Kabupaten Magelang. Ada sekitar 12.000 pohon durian yang ditanam oleh warga, baik di lahan pertanian yang dikelola gabungan kelompok tani maupun di halaman rumah warga.
Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Magelang, pada festival ini akan ada ratusan hingga ribuan durian kualitas terbaik hasil budidaya petani durian di Kecamatan Candimulyo, dan durian tersebut akan dikirab di sepanjang jalan di Kecamatan Candimulyo mulai dari SMP 1 Candimulyo sampai berkumpul dilapangan. Masyarakat sekitar membuat gundukan durian tersebut dengan kreatif agar bisa memenangkan lomba yang diselenggarakan oleh panitia acara festival tersebut. Selain memperebutkan juara, masyarakat juga memperebutkan durian yang telah dinilai oleh dewan juri. Hal tersebut membuat masyarakat lebih antusias untuk ikut memperebutkan durian gratis walaupun banyak yang terluka karena terkena duri durian.
Festival ini merupakan kegiatan tahunan sebagai wujud syukur sekaligus perayaan panen buah durian yang selalu melimpah di Candimulyo. Selain itu, festival ini juga dilengkapi dengan perlombaan dan bazar-bazar makanan olahan dari buah durian yang dibuat oleh masyarakat sekitar untuk dapat diperjualbelikan serta dapat mengenalkan kepada masyarakat bahwa buah durian bisa diolah menjadi makanan yang enak dikonsumsi, contohnya abon rasa durian, kemudian pongge durian menjadi permen coklat, serta daging durian untuk wingko durian, martabak selai durian,pancake durian, kick durian, puding, dan lainnya.
Agar dapat menyaksikan kirab dan festival tersebut pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp.25.000 rupiah per orang dan dapat memakan buah durian sepuasnya tetapi harus dimakan ditempat festival.
Hegrah Al Ula, atau Madain Salih merupakan situs arkeologi di tengah padang pasir di wilayah…
Keberadaan pengemis di Arab Saudi semakin memprihatinkan. Menurut laporan, sebanyak 90 persen pengemis yang ada…
Tanah Suci Makkah adalah tempat paling mulia untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT karena di…
Penyelenggaraan ibadah haji 2024 terbilang cukup sukses, bahkan sangat memuaskan menurut catatan Badan Pusat Statistik…
Setidaknya ada 7 julukan bagi Kota Makkah. Kota yang paling suci bagi umat Islam ini…
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dituding mangkir dari panggilan Pansus Angket Haji DPR dengan…
Lihat Komentar