Kalau sudah beribadah di Tanah Suci, kemudian kembali ke rumah, jamaah biasanya ingin kembali lagi ke al-Haram. Mereka ingin lagi berumroh merasakan kenikmatan di sana.
Meski sering mengunjungi masjid di kampung halaman, berziarah ke Masjidil Haram terasa sangat berbeda. Ada nuansa megah, sehingga membuat hati bangga sebagai umat Islam.
Belum lagi pahala ketika beribadah di sana begitu besar. Berikut ini adalah kenikmatan beribadah di Tanah Suci yang harus Anda ketahui.
Nuansa kebersamaan di sini bukan hanya sesama jamaah Indonesia. Tapi Muslim dari berbagai belahan dunia.
Ketika ada jamaah Indonesia yang jatuh misalkan, jamaah dari India yang kebetulan ada di dekatnya langsung membantu. Setidaknya dia akan memanggil petugas baladiyah untuk datang.
Kebersamaan juga membuat badan bersemangat untuk bergerak. Ibadah sa’i yang lumayan jauh, menjadi ringan dilaksanakan. Ketika itu hati terasa begitu senang bersama-sama dalam ibadah.
Muslim dari berbagai negara ada di sana, tak peduli kaya atau pun miskin, pejabat atau sipil, semuanya mengenakan ihram dan sama-sama berlari kecil.
Kebersamaan ini membuat diri ini termotivasi untuk bergerak bersama. Kalau ada yang membutuhkan bantuan, maka pasti jamaah akan bersemangat untuk memberikan bantuan.
Hegrah Al Ula, atau Madain Salih merupakan situs arkeologi di tengah padang pasir di wilayah…
Keberadaan pengemis di Arab Saudi semakin memprihatinkan. Menurut laporan, sebanyak 90 persen pengemis yang ada…
Tanah Suci Makkah adalah tempat paling mulia untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT karena di…
Penyelenggaraan ibadah haji 2024 terbilang cukup sukses, bahkan sangat memuaskan menurut catatan Badan Pusat Statistik…
Setidaknya ada 7 julukan bagi Kota Makkah. Kota yang paling suci bagi umat Islam ini…
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dituding mangkir dari panggilan Pansus Angket Haji DPR dengan…