Beberapa ulama mengklaim bahwa masjid yang terletak di Dumat al-Jandal itu dibangun oleh Umar bin Abdul Aziz. Adalagi yang berpendapat bahwa bangunan tadi dinamakan setelah Bani Amar menempati Dumat.
Namun, sejarawan Saudi bersepakat, bahwa bangunan itu adalah Masjid Umar bin Khattab. Khalifah yang dikenal tegas menegakkan panji-panji Islam.
Bagian utara tembok masjid merupakan kiblat Muslim ketika melaksanakan shalat. Tembok itu menghadap ke istana Marid yang dulu dibangun Ratu Palmyra. Dengan keberadaan masjid ini, masyarakat Dumat al-Jandal dapat beribadah.
Masjid Dumat al-Jandal dibangun dari batu

Seperti konstruksi lainnya, Masjid tersebut dibangun dari batu. Dari sebelah selatan sampai utara, area masjid itu disediakan untuk shalat.
Masjid juga dilengkapi dengan menara di sebelah selatan dekat jalan. masjid itu termasuk dalam area tembok kiblat dekat dengan menara.
Ruang shalat dibentuk dengan tiga baris pilar batu yang paralel dengan tembok kiblat. Mihrab masjid ini sempit, berada di tengah-tengah tembok bagian depan masjid.
Area mihrab, mimbar, dan tembok bagian bawah, diwarnai putih. Sehingga menampakkan nuansa cerah dan bercahaya ketika mendapatkan cahaya.
Dumat al-Jandal merupakan kawasan cagar budaya dunia yang dijaga dan menjadi sorotan masyarakat berbagai dunia.
Sejarah panjang kota ini mendorong para ilmuwan dan pemerhati arkheologi untuk selalu meneliti dan melestarikan berbagai temuan yang ada di sekitarnya.



