Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Aceh menilai tingkat hunian hotel di sana meningkat. Hal itu terjadi sepanjang Maret 2019.
“Peningkatan rata-rata 70 persen,” kata Kepala Bidang Humas PHRI Provinsi Aceh Nurhadi di Banda Aceh, Ahad (31/3).
Namun, kata Nurhadi, peningkatan hunian hotel tersebut bukan karena adanya kunjungan wisatawan. Akan tetapi, dipengaruhi kegiatan-kegiatan menjelang Pemilu, terutama di Kota Banda Aceh.
Juga dipengaruhi banyak kegiatan pemerintahan, seperti rapat koordinasi dan lain sebagainya. “PHRI berharap peningkatan ini terus bertahan, sehingga iklim usaha perhotelan di Aceh bisa berkembang. Setidaknya mampu menutupi biaya operasional,” kata Nurhadi.
Dua bulan sebelumnya, tingkat hunian hotel dan penginapan lainnya di Aceh sempat turun hingga rata-rata 35 persen. Penurunan tingkat hunian tersebut dibandingkan periode yang sama Januari dan Februari 2018.
“Turunnya tingkat hunian merupakan dampak berkurangnya kunjungan wisatawan yang terjadi sejak Januari lalu. Selain itu juga belum banyaknya kegiatan pemerintahan,” kata Nurhadi.
Jumlah hunian hotel dan penginapan lainnya di Aceh mencapai 7.000-an kamar yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh. Yang terbanyak berada di Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi serta daerah yang menjadi destinasi pariwisata.
Hegrah Al Ula, atau Madain Salih merupakan situs arkeologi di tengah padang pasir di wilayah…
Keberadaan pengemis di Arab Saudi semakin memprihatinkan. Menurut laporan, sebanyak 90 persen pengemis yang ada…
Tanah Suci Makkah adalah tempat paling mulia untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT karena di…
Penyelenggaraan ibadah haji 2024 terbilang cukup sukses, bahkan sangat memuaskan menurut catatan Badan Pusat Statistik…
Setidaknya ada 7 julukan bagi Kota Makkah. Kota yang paling suci bagi umat Islam ini…
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dituding mangkir dari panggilan Pansus Angket Haji DPR dengan…