Sekolah Kopi Internasional akan Jadi Rujukan

Bagikan

Rencananya, sekolah kopi internasional ini akan diikuti oleh para peserta dari mancanegara. Di mana para pematerinya akan melibatkan juga ahli kopi lokal.

DPRD Jabar pun mempertanyakan soal keuntungan untuk masyarakat Jabar andaikata yang terlibat pada pusat pendidikan itu didominasi warga asing.

Rencana mendirikan sekolah kopi internasional tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menggelar pertemuan dengan Presiden Universitas Sung Kyul Korea atau perwakilan International Coffee Association di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (11/1).

Genjot promosi pariwisata

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, sekolah internasional tersebut bakal menggenjot promosi kopi dan pariwisata di Jabar. Sehingga akan membuka jalan agar pasar lokal dapat diperluas hingga ke mancanegara.

“Jadi sekarang kita akan bikin sekolah internasional di gunung-gunung Jabar, salah satu yang paling siap adalah sekolah internasional dengan networking dari Korea (Selatan),” kata Ridwan Kamil.

Targetnya, kata dia, agar para peserta sekolah ini dapat turut mempromosikannya komoditas dan panorama di Jabar. Dengan begitu, maka akan mendongkrak pula sektor pariwisata.

Timbal baliknya, Pemprov Jabar mewajibkan pihak Korea Selatan menggunakan biji tanaman itu asal Jabar pada kafe yang berada di negaranya. “Saya akan mengizinkan membuat sekolah itu sambil ada kewajiban mereka membuat cafe di Korsel dengan 100 persen coffee Jabar,” katanya.