Pembimbing jamaah umrah Indonesia, KH Anizar Masyhadi, menikmati suasana maghrib Masjidil Haram yang begitu berkesan.
Diimami Syekh Bandar Balilah

Tak hanya langit yang memerah dan keramaian di episentrum Makkah, kali ini pengasuh Pondok Modern Tazakka Batang Jawa Tengah ini menghayati bacaan surat Alquran begitu indah. Yang membacakannya adalah imam Masjidil Haram Syekh Bandar Balilah.
Pada Jumat (4/1) sore, saat memimpin shalat Maghrib, Syekh Bandar membacakan surat Al-Ankabut, setelah al-fatihah. Ayat tersebut bermakna sebagai berikut.
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu Alquran dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan – perbuatan keji dan mungkar.
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut : 45)
Berkesan di Masjidil Haram
Kyai Anizar berkesan sekali dengan bacaan ayat tersebut. “Luar biasa, menyentuh hati,” imbuhnya. Seseorang jika sudah benar dalam shalatnya, maka tidak akan berbuat keji dan mungkar. Hal itu adalah rumus Alquran.
Maka shalat harus tuma’niinah, khusyuk . “Haadirul qalbi, artinya hati harus hadir ketika sedang shalat. Jangan sampai yang shalat hanya jasadnya, tetapi hati dan jiwanya tidak ikut dalam shalat,” katanya.
Jika sudah benar shalatnya, maka ibadah itu akan membekas dan berdampak pada prilaku yang shaleh, dan selalu dalam ketaatan dan kebaikan
Syekh Bandar bin Abdul Aziz Balilah adalah imam Masjidil Haram. Dia juga mengajar di Universitas Thaif, Arab Saudi.
Pendidikan sarjananya dijalani di Fakultas Syari’ah dan Studi Islam Universitas Ummul Qura, Makkah.
Dia juga menempuh program magister fikih, Fakultas Syari’ah dan Studi Islam di perguruan tinggi yang sama. Sedangkan studi doktoralnya masih pada fakultas yang sama di Universitas Islam Madinah pada 1429 Hijriah.



