Koteka, pakaian adat tradisional Papua terancam punah. Untuk itu, harusnya Papua mendirikan suatu museum untuk menyimpan dan melestarikan koteka.

Koteka merupakan pakaian tradisional sebagai pembungkus alat kelamin pria. Koteka terbuat dari buah labu yang bentuknya panjang. Isi buahnya dibuang lalu kulitnya dibakar sampai kering, sehingga berwarna cokelat kehitaman.

Koteka digunakan oleh orang-orang Papua yang tinggal di wilayah pegunungan. Namun sayang, kini diyakini koteka terancam punah.

“Jumlah pemakai koteka di Papua semakin menurun. Sangat menurun jauh,” ujar peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada tfanews.com, Rabu (7/8/2019).

“Koteka sudah menjadi identitas masyarakat pegunungan tengah Papua. Koteka ini sangat spesial dan khas, karena hanya terdapat di Papua saja, koteka tidak dapat dijumpai di Papua Nugini (PNG). Pegunungan tengah Papua terdapat beberapa suku yang masing-masing memiliki koteka yang khas,” lanjut Hari menjelaskan.

Celakanya lagi, banyak orang Papua terlebih generasi mudanya yang malah sudah tidak mengetahui koteka. Padahal bagaimanapun juga, koteka adalah warisan leluhur dan sudah menjadi budaya dari Papua.

Oleh sebab itu, Hari mengusulkan pembangunan Museum Koteka di Papua. Pemerintah provinsi dan dinas pariwisata bisa bekerjasama untuk mewujudkannya. Nantinya, museum itu berisikan berbagai macam informasi tentang koteka.

“Sudah sepatutnya kawasan Pegunungan Tengah Papua memiliki Museum Koteka. Museum Koteka ini nantinya bisa menampilkan beraneka macam koteka khas suku-suku Pegunungan Tengah,” terangnya.

Bagikan