Era milenial memunculkan gaya hidup baru. Yaitu berfoto dan memvideokan berbagai aktivitas. Hal itu tak hanya terjadi di Indonesia. Di Tanah Suci pun jamaah melakukan hal sama, terutama mereka para jamaah haji dan umrah berusia muda.
Kemana pun pergi ada saja yang menyempatkan diri untuk swafoto. Ada juga yeng berthawaf sambil memvideokan dirinya sendiri.
Aktivitas semacam ini sebenarnya dilarang. Kalau sedang sial, jamaah akan kena ‘semprot’ para petugas pengamanan masjid.
Kalau mau mengambil gambar dan merekam video dengan leluasa, jamaah harus mendapat izin dari manajemen dua masjid suci. Kantornya berada di sebelah Hotel Le Meridien.
Berikut ini adalah tips mengambil gambar dan membuat video di Masjidil Haram.
Jangan menggunakan kamera. Pakai HP saja

Kalau menggunakan HP, jamaah ketika mengambil foto dan merekam suasana tidak terlihat mencolok.
Tidak mengganggu kekhusyuan jamaah lain dalam beribadah

Ambil gambar secukupnya. Jangan sampai aktivitas tersebut mengganggu kenyamanan jamaah lain yang khusyu beribadah.
Berfoto tidak membuat gaduh

Ketika berfoto di sana tidak perlu meneriakkan yel tertentu. Karena akan menarik perhatian. Petugas pengamanan akan sigap menertibkan siapa saja di area masjid yang melakukan hal-hal janggal, seperti meneriakkan yel tertentu.
Pengamanan Masjidil Haram dilaksanakan dengan ketat, terutama pada saat puncak musim haji dan umrah. Ketika itu jamaah akan membludak sampai jalanan.
Kalau sudah seperti itu, mereka akan memeriksa jamaah secara acak dan cepat menertibkan jamaah yang terlihat mencurigakan.



