Cave Hotel Kapadokia
Cave Hotel atau hotel gua di Kapadokia, Turki merupakan tempat singgah yang unik, bersejarah, sekaligus menawan. Lokasi tepatnya berada di Anatolia Tengah Turki.
Cave Hotel, sesuai namanya, adalah sebuah gua yang tadinya dipakai untuk tempat tinggal orang-orang Kristiani yang saat itu sedang bersembunyi. Tempatnya sangat eksotik, umurnya sudah ribuan tahun.
Sensasi menginap di tempat ini tentu tidak bisa dibandingkan dengan saat Anda menginap di hotel-hotel pada umumnya. Sebab, tidak hanya menghadirkan kenyamanan bagi pengunjungnya, melainkan juga sensasi sejarah yang kental.
Jika Anda pergi ke Turki, Kapadokia merupakan destinasi wisata yang harus ada dalam daftar kunjung. Sayang jika melewatkan tempat yang indah penuh sejarah ini. Biasanya, traveler yang berkunjung ke sini rata-rata adalah mereka yang mau naik balon udara.
Saat Anda berada di dalam hotel, Anda dapat menyaksikan betapa dinding gua yang dibuat ribuan tahun silam ini masih terjaga dengan baik. Terbukti, masih ada goresan-goresan sejarah yang menempel.
Masih dapat kita jumpai misalnya, bekas api, goresan benda tajam, bahkan ada relief yang masih menempel pada dinding-dinding gua ini. Meskipun banyak juga sentuhan modernya, seperti penambahan fasilitas untuk memudahkan pengunjung.
Catatan paling awal menyebutkan, nama Kapadokia berasal dari akhir abad ke-6 SM, ketika muncul dalam prasasti tiga bahasa dari dua raja Achaemenid awal, Darius I dan Xerxes, sebagai salah satu negara (Persia Tua) Kekaisaran Persia.
Dalam sejarahnya, nama Persia Lama adalah Katpatuka. Ada yang mengatakan bahwa Kat-patuka berasal dari bahasa Luwian, yang artinya “Negeri Rendah”.
Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa kata keterangan katta yang berarti ‘turun, di bawah’ secara eksklusif adalah orang Het, sedangkan padanan bahasa Luwiannya adalah zanta.
Selanjutnya, penelitian terbaru mengatakan Kapadokia berasal dari kata Hittite katta peda-, yang secara harfiah berarti “tempat di bawah”.
Menurut Herodotus, nama Kapadokia adalah panggilan orang Persia bagi mereka yang tinggal di tempat ini. Sementara itu, orang Yunani menyebut mereka “Syria” atau “Syria Putih” Leucosyri.
Hegrah Al Ula, atau Madain Salih merupakan situs arkeologi di tengah padang pasir di wilayah…
Keberadaan pengemis di Arab Saudi semakin memprihatinkan. Menurut laporan, sebanyak 90 persen pengemis yang ada…
Tanah Suci Makkah adalah tempat paling mulia untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT karena di…
Penyelenggaraan ibadah haji 2024 terbilang cukup sukses, bahkan sangat memuaskan menurut catatan Badan Pusat Statistik…
Setidaknya ada 7 julukan bagi Kota Makkah. Kota yang paling suci bagi umat Islam ini…
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dituding mangkir dari panggilan Pansus Angket Haji DPR dengan…