Anak-anak muda di Pulau Komodo, NTT layak diacungi jempol. Mereka inisiatif untuk membersihkan sampah-sampah di pantai.

Ardiansyah, warga asli Pulau Komodo yang juga ikut kegiatan bersih-bersih pantai berbagi cerita dengan tfanews.com, Jumat (3/5/2019). Kegiatan itu dilakukan oleh Kogeta (Komunitas Pengerak Pariwisata) yang dibentuk akhir tahun 2018 kemarin dan berisikan anak-anak muda Desa Komodo di Pulau Komodo.

“Di Kogeta isinya anak-anak muda yang berprofesi sebagai guide dan akademisi pariwisata. Aksi bersih-bersih pantai kemarin kami fokuskan di Pink Beach, Pulau Komodo,” kata pria yang akrab disapa Ian tersebut.

Ian menjelaskan, kegiatan bersih-bersih sampah merupakan inisiatif sendiri. Sebenarnya ingin dilakukan saat bertepatan Hari Bumi pada tanggal 22 April kemarin, hanya saja karena banyak yang sedang kerja jadinya dilakukan pada tanggal 28 April,” paparnya.

Apa saja sampah yang didapat?

“Sampah laut ada 1 karung, kalau sampah di pantainya ada 4-5 karung. Sebagian besar sampahnya adalah bekas botol minuman plastik, kaleng soft drink dan bekas tempat makan,” jawab Ian.

Menurut Ian, sampah-sampah itu merupakan sampah dari lautan yang terbawa hingga ke pesisir pantai Pulau Komodo. Ian pun mengingatkan kepada rekan-rekan tour guide yang membawa turis ke Pulau Komodo, untuk dapat bertanggung jawab dengan sampah yang dibawa.

“Tidak ada gunanya saling menyalahkan, mari sekarang kita semua sadar diri untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pulau Komodo ini sudah mendunia, harus dirawat dan dijaga dengan baik. Jangan sampai juga, wisatawan yang datang nanti kecewa karena banyak sampah,” tutup Ian.

Bagikan