Sebagian orang mungkin akan menghabiskan waktu dengan tidur berjam-jam untuk menghindari rasa lapar dan terik panas selama bulan puasa Ramadhan. Sementara, sebagian lainnya mungkin ada juga yang tertarik untuk bepergian dan memutuskan untuk melakukan perjalanan selama bulan puasa.

Tapi, kira-kira ke mana Anda akan pergi ketika beragam kenikmatan seperti halnya mencicipi makanan tak bisa dilakukan pada siang hari?
Pergi untuk Umrah selama bulan Ramadhan memang menjadi daftar teratas bagi para wisatawan Muslim.

Selain karena niat beribadah dan pengalaman spiritual yang diperoleh, menjalani bulan Ramadhan di dua tempat suci Islam, Makkah dan Madinah ternyata sangat indah jika dilingkupi dengan dekorasi tradisi Ramadhan.

Crescent Rating, agen perjalanan Muslim yang berbasis di Singapura, melaporkan kepada Al Arabiya News bahwa Uni Emirat Arab, Malaysia dan Turki menjadi tiga tujuan populer selama bulan suci Ramadhan tahun ini.

“Malaysia disebut sebagai tujuan nomor satu di seluruh dunia di pasar wisata Muslim,” kata Kasak, mengutip MasterCard-Crescent rating Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) 2015.

GMTI melihat secara mendalam data yang mencakup 100 tujuan wisata, kemudian mereka membuat indeks secara keseluruhan, berdasarkan sejumlah kriteria, jelas Kasak.

Mari kita tengok satu per satu destinasi wisata Ramadhan kali ini, barangkali Anda berminat.

Malaysia

Meskipun para pengunjung Kuala Lumpur sangat multikultural dan  mungkin tidak berpikir bahwa kota metropolis itu berpenduduk mayoritas Muslim, nuansa Ramadhan secara luas sangat terasa di Malaysia.

Hari pertama bulan suci Ramadhan menjadi libur umum resmi di negara bagian Melaka, Johor dan Kedah.
Untuk merayakan Ramadhan di Malaysia, pasar-pasar khusus yang menjadi ciri khas bulan puasa dapat ditemukan hampir di setiap sudut di seluruh negeri.

Kunjungan ke pasar-pasar khusus yang menyajikan berbagai hidangan lezat untuk berbuka puasa, menjadi suatu hal yang dicari para pelancong.

“Pasar Ramadhan di Malaysia biasanya didirikan sejak pukul 03.00 sore, dan berakhir saat senja tiba sekitar pukul 07.30 waktu Kuala Lumpur,” tulis seorang wisatawan di HotelClub, sebuah komunitas perjalanan online.

“Hal itu memberi banyak waktu kepada para penjual yang memasak untuk antrian. Karena segerombolan orang yang lapar memang kerap datang secara berbondong-bondong. Lalu-lalang manusia, warna-warni makanan, menjadi pemandangan fantastis,” tambahnya.

Tapi tunggu dulu, masih ada tradisi unik di Malaysia yang mungkin Anda belum tahu. Muslim Malaysia gemar membuat dan membagikan “bubur lambuk” yang menjadikan Ramadhan semakin nikmat di negara Asia Tenggara itu.

“Bubur lambuk” terbuat dari beras, potongan daging, santan, rempah-rempah dan bumbu beraroma yang dibagi-bagiikan oleh penduduk setempat. Malaysia sampai hari ini masih menjaga tradisi “open house”. Budaya turun-temurun yang secara harfiah berarti membiarkan rumah Anda “tetap terbuka” untuk semua tamu tanpa memandang ras, agama atau status sosial.

Biasanya, suasana meriah Ramadhan mencapai puncaknya pada hari pertama Idul Fitri. Irama nasyid lebaran diputar di radio dan terdengar di mana-mana. Orang-orang akan mengenakan pakaian tradisional, dan rumah-rumah dihiasi dengan lampu-lampu berkelap-kelip.

Turki

Turki sangat menarik untuk wisatawan Muslim selama bulan Ramadhan, atau “Ramazan” dalam bahasa Turki. Pasalnya, negara itu merupakan rumah bagi beberapa tempat spiritual dan masjid yang indah.

Sebuah tempat yang sangat populer bagi umat Islam untuk berbuka puasa ialah Sultanahmet Square. Sebuah hippodrome (taman kota) di Istanbul yang sangat terkenal peninggalan masyarakat Konstantinopel era Byzantium.

Para pelancong memadati alun-alun untuk mendapatkan nuansa perayaan tradisional Ramadhan yang meliputi tilawah dari Quran, ‘tarian’ Sufi dan pertunjukan setelah Salat Tarawih, serta dimeriahkan oleh pidato dari tokoh nasional.

Tak ketinggalan tentu saja, berbagai macam makanan Turki disajikan untuk Iftar (menu berbuka puasa) di pasar tenda yang didirikan di alun-alun.

“Di sana juga akan ada tenda-tenda di seluruh alun-alun yang menjual makanan tradisional seperti Kestane (chestnut panggang), Misir (jagung rebus), Kumpir (kentang panggang) dan minuman lezat seperti Salep dan Boza. Anda bisa mencari Gozleme (roti panggang) dan Macun, semacam gula-gula dingin, yang siap tersedia untuk orang yang mencari selera Turki klasik,” menurut laporan di koran Turki, Today Zaman.

Adapun untuk makan sahur, para wisatawan Muslim tak perlu khawatir: para penabuh gendang berkeliaran di seluruh kota untuk membangunkan tidur untuk makan sahur dan salat Subuh.

Uni Emirat Arab

Wisatawan Muslim yang mencari pengalaman prestisius dan penuh kemewahan selama bulan Ramadhan pasti memilih UEA, lebih khususnya Dubai yang menawarkan keunggulan di hampir semua sudut kota.

Waktu untuk ber-iftar (berbuka puasa) adalah momen yang megah di Dubai. Tenda berukuran super untuk sajian Iftar didirikan di seluruh kota. Dan, jika sembilan menu makanan di restoran ‘At.mosphere’ -yang terletak di Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia- tidak cukup menggoda, menu Ramadan spesial yang mereka sajikan siap menggoyang lidah Anda.

Sementara tingginya suhu udara bisa menjadi penghalang untuk pergi ke pantai, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah mengunjungi pusat ski indoor dan pusat perbelanjaan ber-AC.
Pusat perbelanjaan kota juga merayakan bulan puasa dengan meluaskan promosi dan penjualan.

Jika anda belum berkesempatan untuk melancong selama bulan Ramadhan, jangan kecil hati. Berkumpul bersama keluarga juga bisa menjadi momen terindah yang tak boleh Anda lewatkan di bulan suci ini. Happy Ramadhan 1436 H.

Bagikan