Berbagai cara dilakukan anak untuk menunjukkan bakti mereka kepada orang tua. Seperti kakak-beradik asal Pamekasan, Madura, ini yang pergi berhaji demi mengantarkan pahala kepada mendiang ayah mereka.

Mereka tujuh bersaudara terbang ke Madinah, Arab Saudi, bersama kloter SUB 11 asal embarkasi Surabaya. Berdasarkan pantauan tfanews.com, Rabu (10/7), usia mereka masih muda-muda, jika dibandingkan jemaah Pamekasan lainnya yang telah berumur, bahkan lansia.

Beberapa di antara mereka berbincang dengan tim Media Center Haji, di antaranya Jazilun Nazal (19), santri di Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Jazil yang berpeci dan bergamis terlihat sedang asyik berbincang dengan warga Arab dalam bahasa setempat di hotel mereka menginap di Kota Madinah.

Sementara kakaknya, Iklilussadad (23) berpakaian lebih santai layaknya anak muda, memakai sweater dan topi kupluk. Kakak mereka yang lain adalah perempuan. tfanews.com berbincang dengan salah satunya, Adibah (24).

Adibah mengatakan, mereka sebenarnya 13 bersaudara, dia sendiri anak keenam. Mereka semua telah mendaftar haji sejak 2010. Empat kakak mereka telah lebih dulu berhaji.

“Ada adik dua di rumah, usianya 12 dan 16 tahun,” kata Adibah.

Adibah mengatakan, ayah mereka telah meninggal dunia dan meninggalkan warisan kepada anak-anaknya tersebut. Lalu, anak-anaknya sepakat menggunakan uang warisan itu untuk mendaftar haji. Ini adalah pesan dari ibunda mereka, yang juga telah meninggal dunia.

“Waktu masih hidup, umi meminta anak-anak disetorkan haji. Biar nanti dilunasi sendiri jika mampu,” kata Adibah.

Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk bakti mereka kepada ayah, yang mereka sebut “abah”. Mereka berharap, uang warisan yang digunakan untuk kebaikan menjadi pahala bagi abah.

“Kami anak-anak kompak untuk menggunakan berhaji, biar jadi pahala untuk abah,” lanjut Adibah.

Kini ke-13 saudara kandung ini semuanya menjadi guru agama di pesantren Al Is’af di pamekasan. Santrinya berkisar antara usia TK hingga dewasa.

“Santrinya lelaki sekitar 500-an dan wanita 400-an,” kata Adibah.

Ibadah haji bukan hanya ranah orang-orang tua dan lansia. Buktinya anak-anak muda juga bisa ikut ambil bagian dalam ibadah wajib umat Islam ini. Untuk itu, Adibah berpesan kepada anak-anak muda Indonesia untuk memulai ibadah ini sedari dini.

Jika punya uang, segera setor untuk haji. jika menunda memberikan setoran awal haji, khawatir baru bisa berangkat di usia tua.

“Kalau sudah tua, ibadah susah. Kasihan kami melihat orang-orang tua di kloter kami yang kesulitan. Jadi kalau punya rezeki segera sisihkan untuk haji,” ujar Adibah.

“Kalau uang kita dikeluarkan untuk Allah, maka Allah akan mudahkan semuanya,” lanjut dia.

Bagikan